Selasa, 01 Agustus 2017

8 Gejala HIV Dan Obat Hiv Telah Ditemukan Terbaru Dan Pencegahannya

Penyakit HIV pada Pria Dan Wanita - HIV merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti dan paling dihindari oleh banyak orang. HIV sendiri merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, dimana merupakan sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan mampu melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan juga penyakit. HIV sendiri belum bisa disembuhkan, tetapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membantu penderita hidup lebih lama, dan juga bisa membantu penderitanya menjalani hidupnya dengan normal. Dengan diagnosis HIV dan juga penanganan yang efektif, maka pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS sendiri merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap AIDS kemampuan tubuh untuk melawan infeksi akan hilang sepenuhnya.

Penyebab datangnya HIV

Menderita penyakit HIV bukan berarti tanpa sebab, tentu saja ada beberapa sebab yang mendasari penyakit HIV yang menyerang ini. Sangat penting untuk mengatahui apa saja penyebab dari penyakit HIV yang bisa menyerang anda. Di Indonesia sendiri penyebaran virus HIV terbagi menjadi dua kelompok yang utama, yaitu; melalui hubungan seks yang tidak aman dan juga bergantian untuk menggunakan narkotika suntik atau penasun. Penyakit HIV merupakan penyakit yang bisa menularkan virus kepada orang lain. Orang yang positif pengidap HIV akan lebih mudah untuk menularkan virus beberapa minggu setelah mereka sudah tertular.

Sekalipun menular, penyebaran HIV tidak semudah itu kepada orang lainnya. Virus ini tidak menyebar melalui udara layaknya virus dari batuk dan flu. Tetapi HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairan tubuh, namun tidak semua cairan tubuh seperti air liur, keringat, atau juga urine tidak akan menularkan virus ke pada orang lain. Hal ini dikarenakan kandungan dari virus di cairan tersebut tidak terlalu banyak. Cairan yang bisa menularkan HIV ke dalam tubuh orang lain dapat berupa; darah, kemudian dinding anus, air susu ibu, sperma, atau juga cairan vagina yang termasuk darah menstruasi. HIV tidak menulari dari ciuman, kemudian menggunakan peralatan mandi, handuk, makan, atau juga menggunakan toilet yang sama. Cara virus masuk masuk dalam aliran darah bisa dengan; melukai luka yang terbuka dikulit, kemudian melalui dinding tipis pada mulut dan juga mata, bisa juga melalui dinding tipis di dalam anus atau juga di dalam alat kelamin. Melalui suntikan langsung ke pembuluh darah menggunakan jarum atau suntikan yang bisa terinfeksi dari virus HIV.
Penyebaran virus HIV yang paling utama memang bisa dengan cara hubungan seks melalui vagina dan anal tanpa menggunakan pelindung. Seks oral tanpa pelindung juga bisa beresiko terinfeksi, tetapi resikonya memang cukup kecil. Penyebaran dari HIV melalui seks oral ini dapat meningkat ketika orang yang melakukan seks oral sedang sariawan atau juga teradapat luka di dalam mulut. Bisa juga melakukan seks dengan orang yang barus aja terinfeksi HIV dan memiliki banyak virus di dalam tubuhnya.
Gejala HIV Dan Obat Hiv Telah Ditemukan Terbaru Dan Pencegahannya

Selain melalui hubungan seks HIV juga bisa menular melalui; tranfusi darah, kemudian dari ibu kepada bayi entah pada saat kehamilan, melahirkan, atau juga ketika sedang menyusui, berbagai jarum suntik, berabgai jenis suntikan juga bisa menjadi penyebabnya, dan alat bantu seks dengan pengidap HIV.

Gejala ketika terserang penyakit HIV

HIV memang membutuhkan waktu untuk menyerang sebelum benar – benar menginfeksi ke dalam tubuh seseorang. Gejala yang diberikan awalnya memang sangat umum dan terlihat seperti sakit biasa, namun setelah dua minggu lebih maka bisa saja tubuh memberikan reaksi yang besar terhadap virus HIV dan gejala yang lainnya bisa bermunculan dengan cepat. Gejala HIV dibagi menjadi tiga, seperti berikut;

Gejala awal

Semua penderita HIV biasakan akan memiliki beberapa gejala yang berbeda – beda, sebab tergantung pada daya tahan tubuh dan kesehatan masing – masing orang. Setiap tahap awal biasanya akan menghasilkan gejala seperti penyakit yang biasa. Infkesi HIV ini bisa meningkatkan gejala setelah masa virus masuk ke dalam tubuh antara 2 sampai 6 minggu. Tubuh akan memberikan respon yang menandakan bahwa virus HIV sudah berhasil masuk ke dalam tubuh. Gejala awal ini memang bisa muncul pada beberapa waktu yang berbeda – beda, bahkan pada pendirat HIV ini tidak akan merasakan gejala sampai lebih dari 8 tahun.
Gejala awal yang biasanya terjadi sebagai gejala HIV sebagai berikut;
  • Demam yang tinggi dan terkadang sembuh – sembuh dengan sendirinya, namun bisa muncul lagi dalam waktu yang tidak terduga atau mendadak.
  • Rasa sakit pada tenggorokan dan juga biasanya rasa sakit lebih sering dilihat sebagai gejala penyakit flu yang dianggap tidak berbahaya.
  • Kemudian pada kulit akan muncul ruam berwarna hitam atau merah pada atas kulit.
  • Sering sekali tubuh akan merasakan lelah dan tidak mampu melalukan aktivitas apapun dengan bebas seperti biasanya.
  • Akan ada rasa sakit pada persendian dan otot disemua bagian.
  • Terjadinya pembengkakan namun tanpa rasa sakit pada bagian kelenjar.
  • Tiba – tiba penderita merasakan sakit kepala yang mendadak dan sangat parah sampai tidak bisa membuat penderita bangun dan membuka mata.

Gejala tahap lanjut

Jika tahap awal sudah terpenuhi dan beberapa gejala HIV di tahap awal sudah terlihat, maka penderita akan masuk pada tahap lanjut. Pada tahap lanjut sebenarnya penderita tidak akan merasakan beberapa gejala seperti tahap awal. Virus akan berkembang di dalam tubuh dan tidak memberikan rasa sakit. Ketika dalam masa tahap lanjut ini virus akan bekembang dan meresuk sistem tubuh. Perawatan dan pengobatan yang dilakukan pada tahap lanjut berfungsi untuk membantu mengendalikan pertumbuhan sel dan juga menjaga kerusakan organ. Biasanya pada masa tahap ini bisa mencapai 10 tahun atau juga lebih tergantung dari kondisi pernderita. Ketika dalam masa tahap ini penderita tetap bisa memiliki potensi dan membantu untuk menularkan HIV meskipun virus yang berkembang di dalam tubuh jumlahnya lebih kecil lagi.

Gejala tahap akhir

Ketika masuk dalam gejala HIV di tahap akhir, biasanya infeksi virus HIV sudah menjadi AIDS, dimana tuubh akan mengalami beberapa perubahan yang sangat besar untuk kesehatannya. Virus HIV yang sudah berkembang akan memberikan perubahan dan semakin menggerogoti sistem kekebalan pada tubuh. Berikut ini beberapa gejala HIV AIDS yang bisa saja muncul;
  1. Biasanya sistem kekebalan tubuh akan menurun dan terus melemah, hal ini akan membuat seseorang menjadi terserang penyakit dengan mudah.
  2. Berat badan seseorang yang sudah terinfeksi HIV bisa menurun sangat cepat dan tanpa alasan yang sangat khusus.
  3. Penderita juga semakin banyak mengeluarkan keringat, terutama pada malam hari sekalipun cuaca tidak terlalu panas.
  4. Tidak dapat melakukan banyak aktivitas sebab terasa lelah dan tidak bisa digunakan untuk beraktivitas sehari – hari.
  5. Pada bagian leher, ketiak, atau juga selangkangan teradapat beberapa pembengkakan kelenjar.
  6. Pada waktu beberapa minggu penderita akan menderita gangguan pencernaan yang bisa menyebabkan diare atau juga muntah.
  7. Ada beberapa luka kecil yang bisa ditemukan, biasanya dimulut, kemudian alat kelamn, dan juga anus.
  8. Tidak hanya itu, tetapi penderita juga bisa mengalami depresi yang bisa menyebabkan kehilangan ingatan dan depresi yang akan mengacaukan mental penderita.

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk penderita HIV

Siapa yang tidak tahu bahwa penderita penyakit HIV memang sangat susah untuk disembuhkan. Jadi tidak heran jika penderita HIV akan merasakan ketakutan atau ancaman meninggal dunia menjadi hal yang paling sering difikirkan. Seseorang yang menderita HIV akan kehilangan kekebalan tubuhnya dan tidak akan memiliki kekuatan dalam tubuhnya. Namun, bukan berarti tidak ada penanganan untuk penyakit HIV. Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk membantu proses penguatab daya tahan tubuh agar menjadi lebih lama. Berikut ini beberapa nama obat yang bisa digunakan;
  1. Amazon Plus Obat HIV Terbaru

    Pernahkah anda mendengar nama obat Amazon Plus? Mungkin beberapa dari anda banyak yang belum tahu. Memang, penyakit HIV selalu dikatakan sebagai salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun tetap saja ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk perlahan – lahan mengatasi gejala HIV yang menyerang. Salah satunya, anda dapat menggunakan obat herbal Amazon Plus. Obat ini hadir dalam bentuk sirup yang terbuat dari bahan – bahan alami, misalnya saja seperti; buah zaitun, kemudian delima merah, ada tomat, manggis, acai berry, dan juga blueberry. Obat tradisional ini juga bisa digunakan untuk membuat sistem imunitas tubuh menjadi semakin meningkat. Bukan hanya itu saa, tetapi juga banyak mengandung senyawa aktif yang akan semakin membantu proses penyembuhan. Senyawa aktif tersebut berupa Hydroxytyrosol, kemudian ada asam elagic, punicalagin, xanthone dan juga antsianin yang akan bekerja untk membantu membasmi virus. Kombinasi dari senyawa anti virus yang ada di dalam obat ini akan menghasilkan manfaat untuk membantu membasi HIV.
  2. Ammazon Berries untuk Obat HIV telah ditemukan

    Selanjutnya, untuk mengatasi beberapa gejala HIV yang sudah menyerang tubuh, anda bisa juga menggunakan Amazon Berries yang termasuk di dalam paket untuk mengatasi HIV secara alami. Tidak hanya digunakan untuk mengatasi HIV tetapi juga akan membantu untuk meningkatkan kesehatan ditiap organ di dalam tubuh, kemudian digunakan untuk memperbaiki pencernaan, dan juga dapat digunakan menaikkan vitalitas dan juga metabolisme tubuh bagi penderita. Obat ini dikombinasikan dengan menggunakan bahan – bahan alami seperti; anggur, plum hitam, kemudian acai berry, kulit manggis, acerola, guarana, yang semuanya mengandung beberapa senyawa dan juga nutrisi yang ada di dalamnya. Beberapa nutrisi yang ada di dalamnya dapat berupa; senyawa resveratrol, kemudian antosianin, ada ferulic guaranine, ada juga xanthone, riboflavin, dan juga niasin, serat serat akasia yang akan bermanfaan untuk membantu memperbaiki pencernaan.
  3. K-Muricata untuk Obat HIV

    Obat selanjutnya yang dapat digunakan adalah K-Muricata yang memiliki bentuk seperti teh dan dibuat seperti perpaduan antara ekstrak daun sirsak dengan menggunakan tanaman keladi tikus. Manfaat dari perpaduan daun herbal ini dapat digunakan untuk menyaring racun yang ada di dalam tubuh dan juga digunakan untuk menaikkan proses metabolisme di dalam tubuh, sehingga proses penyerapan obat herbal dari HIV akan menjadi lebih cepat dan juga optimal. Tidak hanya itu, obat ini juga dapat digunakan untuk menahan replikasi HIV yang membuat virus yang ada di dalam arah bisa terus ditenat hinggan tidak ada lagi yang terdeteksi.
  4. ART atau Anti Retroviral Tehrapy Obat HIV

    Berebeda dengan menggunakan obat berbahan alami, selanjutnya anda bisa menggunakan obat ART sebagai obat untuk mengurangi perkembangan virus di dalam tubuh dan mengurangi datangnya gejala HIV yang menyerang tubuh. Obat ini bekerja untuk dapat digunakan mengatasi perkembangan virus sehingga dapat memberikan harapan hidup yang lebih panjang bagi penderita HIV. Obat ini tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan HIV, karena terbuat dari bahan kimia jadi penggunaan obat ini pada ibu hamil dapat mengurangi resiko virus penyakit yang menular pada janin. Namun, pada dasarnya, obat ini hanya dapat digunakan untuk mengurangi berbagai gejala dan juga infeksi penyakit.
  5. ARV atau Antiretroviral Obat HIV

    Selanjutnya, anda dapat menggunakan obat ART atau Antiretroviral yang dikembangkan untuk menghentikan kerusakan sel dalam tubh akibat dari infeksi HIV yang menyebar. Cara untuk mengobati HIV dari obat ARV ini akan membantu dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat digunakan untuk mencegah adanya kerusakan sel pada tubuh yang menjadi lebih parah. Obat ini biasanya diperkukan seumur hidup untuk penderita HIV, selain digunakan untuk mengatasi gejala HIV digunakan juga untuk menguatkan tubuh. Jika berhenti menggunakan perawatan obat ini maka akan membuat tubuh menjadi lebih resisten sehingga perawatan harus dilakukan secara terus menerus.

Perawatan tradisional HIV

selain menggunakan obat herbal kemasan atau juga obat berbahan kimia, anda juga bisa menggunakan perawatan tradisional pada penderita HIV. Memang beberapa bahan yang digunakan tidak dapat digunakan untuk mengobati HIV tetapi dapat diguunakan untuk menjalankan terapi agar daya tahan tubuh menjadi semakin kuat. Berikut ini beberapa perawatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi HIV;
  1. Terapi bawang putih untuk HIV

    Rasanya bawang putih sudah bukan hal yang asing lagi jika digunakan untuk mengatasi beberapa masalah pada tubuh. Namun, bagaimana jika bawang putih digunakan untuk mengatasi HIV? Bawang putih memang tidak dapat digunakan untuk mengatasi HIV sampai sembuh namun bawang putih dipercaya dapat digunakan untuk mengendalikan perkembangan atau infeksi virus. Bawang putih juga akan membantu membuat gejala menjadi ringan. Penderita yang menggunakan perawatan medis dengan penggunaan obat – obatan ARV atau juga ART memang bisa digunakan untuk mengurangi beragai macam efek samping dengan makan bawan putih. Bawang putih memang bisa digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga akan menjadikan kesehatan lebih baik.
  2. Yoga buat Obat HIV

    Selanjutnya, perawatan yang dapat digunakan untuk penderita HIV adalah melakukan yoga. Yoga adalah salah satu latihan tubuh yang sangat disarakankan untuk penderita HIV. Yoga sendiri dapat menggerakkan organ tubuh dengan sangat baik sehingga akan menjadi bagian dari semua saraf tubuh. Tidak hanya itu, yoga juga bisa memberikan efek yang akan membantu untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Selain itu, yoga juga bisa memberikan efek yang menenangkan pada pikiran dan juga tubuh, sehingga akan mengurangi stress dan depresi yang termasuk salah satu gejala dari penyakit HIV. Penderita HIV memang sangat disarankan untuk melakukan yoga mulai dari tahap awal, kemudian tahap latihan dengan seorang instruktus yang akan membantu menemukan jenis yoga yang paling baik untuk penderita.
  3. Akupuntur untuk pengobatan HIV

    Akupuntur adalah perawatan selanjutnya yang dapat digunakan untuk penderita HIV. Akupuntur sendiri merupakan teknik perawatan dengan menggunakan jarum kecil yang akan ditusukkan ke titik dibagian tubuh tertentu. Perawatan ini memang tidak dapat membantu menyembuhkan HIV secara total, tetapi menggunakan perawatan ini dapat membantu peredaran darah menjadi lebih baik sehingga akan mengurangi efek dari infeksi yang lebih cepat lagi.
  4. Cara meditasi untuk pengobatan HIV

    Selain yoga yang dapat digunakan untuk menenangkan pikiran, anda juga bisa menggunakan meditasi sebagai perawatan untuk penderita HIV. Meditasi sendiri merupakan salah satu perawatan yang bisa dilakukan untuk mengendalikan pikiran, kemudian perasaan agar mendapatkan ketanganan batin. Meditasi sendiri mengatasi HIV yang penderitanya sering sekali mengalami gangguan kecemasan, kemudan kesulitan untuk tidur, dan juga stress sebab terlalu memikirkan penyakit yang diderita. Banyak sekali penderita HIV yang bisa mendapatkan kehidupan lebih baik setelah melakukan meditasi. Mediatasi juga dilakukan di dalam rumah, kemudian bisa jug di dalam tempat latihan, atau jug ditempat khusus yang bisa digunakan untuk menenangkan tubuh dan juga pikiran. Ketika meditasi, anda juga bisa menggunakan iringan musik dan juga instrukstur.
  5. Suplemen untuk Obat HIV

    Berbagai macam cara pasti diupayakan untuk merawatan penderita HIV agar menjadi lebih baik dan tidak putus asa. Perawatan selanjutnya yang dapat digunakan adalah mengkonsumsi suplemen. Banyak macam suplemen yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Untuk penderita HIV maka anda bisa menggunakan jenis suplemen tertentu yang akan membantu mempertahankan kesehatan tubuh sehingga dapat membuat penderita menjalani hidup yang yang lebih baik lagi. Berikut ini beberapa jenis suplemen yang dapat digunakan;
    • Suplemen makanan yang mengandung vitamin D dan bisa digunakan untuk menjadi sumber kalsium dan bisa meningkatkan kekuatan dan juga kesehatan tulang.
    • Kemudian suplemen selenium yang dapat berfungsi untuk mengatasi perkembangan infeksi virus HIV.
    • Ada juga suplemen minyak ikan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah penumpulan lemak di dalam tubuh.
    • Ada suplemen vitamin B12 yang dapat digunakan untuk membantu ibu hamil dan mempertahankan kondisi keshatan dan juga janin.
    • Bisa menggunakan suplemen protein yang dapat digunakan untuk membantu penderita HIV agar tetap memiliki berat badan yang seimbang dan tidak mudah terserang sakit. Baca lagi artikel review Nama obat lainnya: Nama Obat Hepatitis A Dan B Di Apotik Kimia Farma, Century, dan K24.
  6. Perawatan herbal

    Selanjutnya perawatan HIV yang bisa digunakan adalah perawatan herbal dimana sudah banyak dikembangkan oleh beberapa Negara, misalnya seperti China dan juga India. Perawatan yang bisa digunakan hanya untuk mencegah perkembangan infeksi, tidak digunakan untuk menyembuhkan HIV. Seperti berikut perawatan yang digunakan;
    • Menggunakan teh hijau untuk Obat HIV
    Teh yang dikonsumsi secara rutin akan membantu memberikan efek antioksidan yang cukup tinggi dan membantu untuk mendapatkan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.
    • Menggunakan gingseng untuk Obat HIV
    Mengunakan gingseng akan sangat membantu seab tenaman ini memilki banyak manfaat yang salah satunya dapat diguakan untuk mengatasi peradangan dan infeksi pada organ di dalam tubuh.
    • Menggunakan jamur maitake untuk Obat HIV
    Jamur maitake adalah jenis jamur yang digunakan untuk obat dan berfungsi untuk melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah adanya perkembangan virus di dalam tubuh. Tidak hanya itu, tetapi juga dapat berperan untuk menurunkan kadar kolestrol di dalam darah sehingga penderita HIV dapat menjalani hidupnya lebih baik.
Itulah beberapa informasi yang dapat diberikan oleh Nama Obat seputar HIV dan penanganannya. Bertakwalah kepada Allah dan Taubatlah Atas dosa-dosa yang lalu , Semoga dalam lindungan Allah SWT dan semoga bermanfaat.